

Jayamulya – Kehadiran Kepala Desa Jayamulya, Asep Gunawan, dalam kegiatan takziah (tajiah) di Kampung Cikarang Jati RT 06/04 menjadi bukti nyata bahwa kepala desa merupakan representasi dari segenap pelayanan Pemerintah Desa Jayamulya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman almarhumah, istri dari Bapak Kilun, anggota Linmas Desa Jayamulya.
Dalam suasana duka yang penuh khidmat, Kepala Desa hadir secara langsung menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk konkret dari peran kepala desa sebagai perpanjangan tangan pelayanan pemerintah kepada seluruh warga tanpa terkecuali.
Sebagai pemimpin di tingkat desa, kepala desa memiliki tanggung jawab bukan hanya dalam aspek administratif dan pembangunan, tetapi juga dalam dimensi sosial dan kemanusiaan. Momentum takziah ini menjadi gambaran bahwa pelayanan pemerintah desa tidak dibatasi oleh ruang kantor, melainkan menyentuh langsung kehidupan masyarakat dalam setiap kondisi—baik suka maupun duka.
“Kami hadir sebagai bagian dari keluarga besar Desa Jayamulya. Pemerintah desa harus menjadi penguat, menjadi penenang, dan menjadi pelayan masyarakat tanpa memandang latar belakang maupun status sosial,” ungkap Asep Gunawan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perangkat desa, pengurus RT/RW, anggota Linmas, serta tokoh masyarakat setempat. Kebersamaan yang terbangun dalam suasana duka tersebut memperlihatkan kuatnya solidaritas sosial warga Desa Jayamulya.
Peran kepala desa sebagai representasi pelayanan pemerintah desa tercermin dari sikap membaur, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Tidak ada perbedaan perlakuan berdasarkan jabatan, profesi, maupun latar belakang. Semua warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan pelayanan yang adil.
Melalui pendekatan humanis dan kepemimpinan yang inklusif, Pemerintah Desa Jayamulya terus berkomitmen membangun desa yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh dalam nilai kebersamaan, empati, dan gotong royong.
Kehadiran kepala desa di tengah masyarakat menjadi simbol bahwa pemerintah desa adalah milik bersama—hadir, melayani, dan menguatkan dalam setiap keadaan.